" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > ragu - ragu dengan bekas najis di mana - mana < / h3 > " , " isi " :[ " r n " , " saya begitu taksub hubung najis , sehingga tiap benda yang jatuh di lantai , di lalu orang ramai , di dalam kereta , di dalam jabat dan pelusuk bumi bagi saya benda itu adalah najis rana berfikiran tempat - tempat sebut pijak manusia di mana tapak kasut / sandar mereka pernahmemasuki tandastandas . " , " bagai contoh lagi jika kertas jatuh di atas lantai jabat saya akan basuh rana lantai pijak oleh kasut yang pernah ke tandas . " , " tetapi saya tengok orang lain tiada masalah seperti saya . pernah saya cuba ubah hidup saya seperti orang lain tapi tak jaya tetapi bila saya tak dapat selesai masalah najis saya letak diri saya seperti orang lain " , " ustaz minta cepat jawapan soal saya ini rana saya agak sukar dengan situasi najis seperti ini sekarang . saya tunggu respon ustaz . " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " thu 6 march 2008 00 : 03  " , "  28 . 318 views  n " , " n " , " n " , " r n " , " saya begitu taksub hubung najis , sehingga tiap benda yang jatuh di lantai , di lalu orang ramai , di dalam kereta , di dalam jabat dan pelusuk bumi bagi saya benda itu adalah najis rana berfikiran tempat - tempat sebut pijak manusia di mana tapak kasut / sandar mereka pernahmemasuki tandastandas . " , " bagai contoh lagi jika kertas jatuh di atas lantai jabat saya akan basuh rana lantai pijak oleh kasut yang pernah ke tandas . " , " tetapi saya tengok orang lain tiada masalah seperti saya . pernah saya cuba ubah hidup saya seperti orang lain tapi tak jaya tetapi bila saya tak dapat selesai masalah najis saya letak diri saya seperti orang lain " , " ustaz minta cepat jawapan soal saya ini rana saya agak sukar dengan situasi najis seperti ini sekarang . saya tunggu respon ustaz . " , " n " , " r nmohon maaf kalau ada sedikit kendala bahasa , karena memang nyata bahasa indonesia dan malaysia agak sedikit beda dengan guna istilah . di sini pejabattidak diri di sepanjangjalan seperti malaysia . yang deret panjang jalan adalah gedung kantor , kalau jabat ada di dalam kantor itu . " , " jadi kami akan jawab pakai bahasa indonesia saja , dari pada nanti salah paham . " , " , masalah najis yang ada di atas tanah itu akan jadi najis lama ada nampak " , " najis itu . dalam bahasa kita , yang maksud dengan " , " najis adalah objek najis itu atau benda . dan kalau ' ain najis itu tidak ada , maka kita hanya tuntut cara dzhahir oleh allah swt dalam tetap hukum . " , " istilah keren , " , " . kita tetap hukum dasar apa yang nampak saja , sedang di luar dari yang nampak nyata , itu urus allah swt . " , " maka syariat islam ini tidak minta kita jadi jadi orang paranoid , yang selalu punya rasa was - was segala benda selalu harus anggap najis . dan nabi saw telah perintah agarperasaan was - was , syak dan dzhan itu harus tinggal . mari kita hidup di alam nyata , bukan di alam lain yang paranoid . " , " benar ketika sepatu atau sendal kita injak sesuatu barang yang najis , kita tidak perlu cara khusus bersih . sebab ketika kita jalan dan sendal itu kemudian injak tanah , sudah cukup proses injak tanah itu bagai proses suci . " , " hal itu telah sebut oleh rasulullah saw dalam hadits ikut ini : " , " .  " ( hr abu daud ) " , " yang lebih tarik lagi , di zaman nabi saw para shahabat biasa shalat di masjid dengan tetap kena sepatu mereka . tidak ada lantai marmer atau keramik . sepatu yang bekas injak apa pun di jalan itu , masuk ke masjid dan tetap kena , bahkan mereka shalat dengan tanpa buka sepatu . " , " anda pasti akan teriak - teriak kaget kalau lihat itu . tapi ingat , yang laku justru para shahabat nabi , yang dari mereka itu kita kenal agama ini . " , " coba bayang paham fiqih kita demikian ketat seperti ini , lalu kita lihat para shahabat nabi laku itu , kalau saja mereka bukan para shahabat nabi , mungkin kita sudah kata bahwa shalat mereka tidak sah . " , " padahal coba perhati hadits ikut ini : " , " ( hr ahmad dan abu daud ) " , " kalau kita perhati dua hadits di atas , betapa mudah dan ringan agama ini . " , " indikator najissudah tetap oleh para ulama dari bagai mazhab , masuk mazhab asy - syafi ' i , mazhab yang kenal paling ketat dalam masalah najis . indikator najis ada tiga , yaituwarna , aroma dan rasa . " , " kalau di lantai nampak ada buah area yang warna khas najis , maka lantai itu memang najis . tapi kalau ada kertas jatuh di tempat di mana ada warna najis itu , kita tidak bisa lantas kata bahwa kertas itu tular najis . " , " kita harus lihat dulu , apakah ada warna najis itu tempel di kertas itu atau tidak ? kalau ada warna najis di kertas itu , jelas bahwa kertas itu terkenanajis . tapi kalau nyata di kertas itu tidak ada warna apa pun , meski sempat sentuh najis , tapi najis tidak pindah ke kertas itu . " , " indikator yang dua adalah aroma atau bau . lama ada bau najis pada suatu benda , maka benda itu boleh bilang kena najis . tapi kalau bau itu tidak cium , maka benda itu tidak boleh bilang kena najis . " , " indikator tiga adalah rasa atau taste , tempat di lidah , bukan di hati . itu makna yang sungguh tentang rasa najis . silah jilat dan cicip , apakah asa bagai rasa najis atau bukan . kalau rasa tidak tunjuk indikasi benda najis , mengapa harus bilang najis ? " , " jadi lama suatu benda tidak milik rasa , warna dan aroma najis , kita tidak boleh hukum bagai benda yang kena najis . " , " dan asa kita tidak boleh ikut main di sini . sebab masalah najis adalah masalah pisik , bukan masalah hati . kalau mau main peran hati , kita bicara di bab tasawwuf . tapi urus fiqih adalah murni 100 urus pisik . " , " dan kita pun tidak perlu guna test guna microskop electronik untuk dar mengatahui apakah najis itu ada atau tidak . juga tidak butuh test dna dan jenis . sebab najis itu urus pisik yang indikator cukup mengguanakan mata biasa untuk lihat beda warna najis , hidung untuk bau aroma najis dan lidah untuk cicip rasa najis . " , " kalau tidak ada lapor dari mata , hidung dan lidah , maka benda itu tidak najis . begitu syariah islam ajar kita untuk sikap kepada najis . dan begitu pula mazhab asy - syafi ' i ajar fiqih thaharah . " , " karena anda orang malaysia , biasa di sana orang - orang mazhab syafi ' i tulen , lebih serius dari orang indonesia yang mazhab bisa macam - macam . "
